KELAHIRAN Nabi Muhammad ke dunia ternyata sudah ada dalam kitab-kitab sebelumnya. Termasuk di dalam Injil. Dalam Injil perjanjian lama (Old Testament) dalam bahasa Hebrew (Ibrani) yang asli, sangat jelas nama Nabi Muhammad saw disebutkan pada Song of Songs (????? ???????????) bab 5 ayat 16 yang berbunyi :
??????, ???????????, ????????, ???????????; ??? ?????? ????? ?????, ??????? ????????????.
�Hikko Mamittakim we kullo Muhammadim Zehdoodeh wa Zehraee Bayna Jerusalem.�
Namun dalam Injil yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, nama Muhammadim digantikan dengan altogether lovely, terjemahannya sebagai berikut :
�His mouth is most sweet; yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.�
Kenapa Muhammadim bukan Muhammad?
Mungkin bagi kalian yang tidak mengerti kaidah-kaidah bahasa Ibrani akan mengatakan bahwa kenapa yang digunakan Muhammadim dan bukan Muhammad?
Kata �im� pada kata Muhammadim di sini adalah jamak yang banyak digunakan dalam injil berbahasa Ibrani, karena jamak maka diucapkan �Muhammad-im�. Ayat yang berakhir �im� adalah jamak yang berarti penghormatan, keagungan dan kemegahan bagi nabi Allah, seperti dalam kata Eloh-im.
Capture
Jadi sangat jelas kata �im� dalam bahasa Ibrani adalah bentuk jamak yang berarti penghormatan. Bahkan menurut Ben Yehuda Ibrani-English Dictionary, kata itu benar diucapkan sebagai �Muhammad� bukan �altogether lovely� sebagaimana yang tertulis dalam Injil berbahasa Inggris.
Dalam akun youtube-nya Rabbi Moshe Weisblum menyanggah dan mengartikan kata Muhammadim bukanlah Nabi Muhammad SAW tetapi praise (terpuji) seperti dikutip dalam komentarnya, ia mengatakan:
�The Hebrew word ??????????? can translate to friendly, sweet, praise, sweet-pet�
Namun Rabbi Moshe Weisblum yang bisa berbahasa Ibrani dan Inggris ini tidak mengetahui bahwa arti sebenarnya kata �Muhammad� (????) dalam bahasa Arab juga ialah terpuji. Menurut kaidah tata bahasa Arab (Ilmu Tashrif/ perubahan kata-kata/Arabic Grammer), kata Muhammad (????) merupakan Isim Maf�ul (yang terkena sebagai Objek) dari kata Hammada (???) Fi`il Madhi (kata kerja/verb) yang berarti telah memuji.
Rabbi Moshe Weisblum seharusnya merujuk pada bahasa Arab yang memiliki hubungan rumpun bahasa semit (Semitic) bukannya diartikan dalam bahasa Inggris secara mentah-mentah, apalagi dengan tidak merujuk kepada penggunaan kaidah-kaidah bahasanya.
Logikanya, jika seseorang memiliki nama Muhammad dimanapun di seluruh dunia ini maka namanya akan tetap dipanggil Muhammad bukan Terpuji atau Puji yang dipanggil dalam bahasa Indonesia misalnya. Seseorang dikatakan Mr. Black tetaplah di katakan Mr. Black meskipun kulit nya berwarna putih.
Kata ?????? dalam bahasa Ibrani adalah nama orang yaitu Muhammad bukan �altogether lovely� sebagaimana terjemahan dalam injil versi bahasa Inggrisnya.
Penjelasan ini tidak meggunakan aplikasi translate Hebrew ke English yang ada di internet karena sering terjadi ketidakkonsistenan dalam mengartikan sebuah kata, meskipun masih ada beberapa aplikasi penerjemah bahasa Hebrew ke English seperti MyMemory.Translate.Net yang mengartikan kata ?????? dengan nama Nabi Muhammad SAW.
Ramalan kedatangan Nabi Muhammad SAW (Ahmad) dalam Injil
Sebab-sebab turunnya nubuat akan kedatangan seorang nabi yang diutus bagi semua bangsa yang bernama �Ahmad� adalah ketika bangsa Israel yang telah hancur jatuh terpuruk diijinkan kembali membangun Yerusalem dan Bait Sulaiman yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, sebagian orang berada dalam kegembiraan dan sebagaian yang lain berada dalam kesedihan yang memilukan karena teringat kembali akan keindahan Bait Agung Sulaiman.
Pada saat itulah, Allah mengutus Haggai (Menurut Alkitab Haggai adalah seorang nabi) untuk menghibur bangsa Israel yang telah terpuruk dengan menyampaikan janji Allah bahwa akan diutus seseorang yang akan mengangkat kembali bangsa Israel dari keterpurukan:
Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah. (Haggai 2:7)
Seorang yang diutus untuk mengangkat kembali bangsa Israel yaitu Himada, bangsa Israel pasti menanti sang Himada selekasnya datang supaya bangsanya selekasnya bangkit dari keterpurukan. Tetapi sayang seribu sayang bangsa Israel tak menafsirkan kata Himada sebagai nama riil seseorang Nabi yang diutus, namun mereka menafsirkan kata Himada sebagai kata karakter yang abstrak sesuai sama makna Himada dalam bhs mereka yakni : hasrat, keinginan, kerinduan serta pujian.
Sudah pasti saat janji Allah itu ditranslate dalam bhs lain, jadi yang berlangsung yaitu kata Himada bakal turut ditranslate serta beralih dengan sendirinya, mari kita saksikan terjemahannya kedalam bhs Inggris :
And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come : and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. (Haggai 2 : 7)
Lihatlah kata Himada ditranslate jadi desire dalam bhs Inggris yang berarti hasrat atau keinginan, hal semacam ini dikira benar oleh beberapa penulis Injil lantaran mereka mengerti Himada tidaklah nama orang namun sebagai kata benda abstrak.
Butuh di ketahui terjemahan Alkitab dalam bhs apa pun, baik dalam bhs Arab, Indonesia, Jepang, Spanyol serta beberapa bhs yang lain yaitu mengambil dari Alkitab yang berbahasa Inggris itu, hingga tak aneh bila kita tak temukan nama Ahmad dalam Alkitab.
Mari kita saksikan terjemahan Alkitab dalam bhs Indonesia yang ditranslate dari Alkitab berbahasa Inggris :
Saya bakal menggoncangkan semua bangsa, hingga barang yang indah-indah milik semua bangsa datang mengalir, jadi Saya bakal penuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (Haggai 2 : 8)
Lihatlah kata desire dalam bhs inggris ditranslate jadi barang yang indah-indah, dari sini saja telah terlihat distorsi dari Inggris ke Indonesia, hingga semakin tersembu-nyilah nama Ahmad dalam Alkitab. Sebagai info penambahan, bila kita amati Alkitab berbahasa Inggris mencatat ayat itu dalam Hagai 2 : 7 namun dalam Alkitab berbahasa Indonesia terdaftar dalam Hagai 2 : 8 sudah pasti selisih satu ayat ini butuh dipertanyakan pemicunya.
Namun bila Alkitab yang berbahasa Inggris kita translate kedalam bhs Yahudi atau Ibrani, jadi kata Himada itu bakal nampak kembali dengan sendirinya, kurang-lebihnya seperti di bawah ini :
�ve yavu himdath kol haggoyim�
Huruf th dalam kata Himdath dapat ditukar jadi hi atau bahkan juga di hilangkan sekalipun, saat ini mari kita analisis kalimat dalam bhs Yahudi, Ibrani serta Arab :
Himdath = Himdahi = Himda = bhs Yahudi
Himada = bhs Ibrani
Ahmad = bhs Arab
Semuanya kata itu memiliki persamaan makna yakni �terpuji� serta memiliki persamaan akar kata yakni H-M-D, lihatlah apabila kita menghilangkan vokal serta kita biarlah konsonannya, jadi bakal jadi :
H-M-D = dalam bhs Yahudi
H-M-D = dalam bhs Ibrani
H-M-D = dalam bhs Arab
Pasti ini satu bukti yang tidak bisa dibantah sedikitpun, serta untuk siapa saja yang pakar dalam bhs Semit pasti memiliki rangkuman yang sama kalau Himada serta Ahmad yaitu sama, pasti kesimpulannya yaitu nama Ahmad memanglah ada pada Alkitab.
Nabi Muhammad SAW dalam The Gospel of John (Injil Yohanes)
Adakah nubuat mengenai kehadiran Nabi Muhammad dalam Gospel? Sesungguhnya ada satu ayat, serta ayat ini merasa kontroversial bahkan juga di kelompok beberapa orang Kristen sendiri. Ini ada pada Gospel Yohanes 14 : 16 yang berbunyi :
�Aku bakal minta pada Ayah, serta Ia bakal memberi padamu Penolong lain, yang bakal tinggal berbarengan kalian untuk selamanya. �
Jadi kalimat aslinya dalam Bhs Yunani yaitu Paracletos. Lantas kata ini ditranslate kedalam Bhs Indonesia jadi �penolong. � Ada ketidaksamaan pendapat mengenai apakah arti sesungguhnya dari kata ini? Namun sebagian sarjana Kristen menyampaikan kalau kata itu dalam Bhs Aramik bermakna Ahmad.
Ahmad satu julukan yang didapatkan pada Nabi Muhammad didalam Al-Qur�an. Serta sesungguhnya kata Ahmad dalam Bhs Aramik bermakna penolong atau sama juga dengan Bhs Yunani �Paracletos�. Serta begitu menarik lantaran dijelaskan kalau �Dia bakal tinggal berbarengan kalian untuk selamanya. � Sesudah Penolong paling akhir ini datang, jadi tak ada lagi Penolong yang lain.
Mari saksikan dalam Yohanes 15 : 26
�Aku bakal mengutus padamu Penolong yang datang dari Ayah. Dialah Roh yang bakal menyebutkan kebenaran mengenai Allah. Jika Ia datang, Ia bakal berikan kesaksian mengenai Aku�
Dengan kata lain, Nabi Muhammad bersaksi mengenai Yesus (Nabi Isa) sama seperti yang ada didalam Al-Qur�an. Serta Allah mengambil keputusan kalau kita tak dapat jadi seseorang muslim terkecuali mengimani beberapa rasul termasuk juga Yesus (Nabi Isa), lantaran dia yaitu seseorang Rasul Tuhan serta seseorang messiah untuk Bani Israel, tidak sama dengan pemahaman orang Kristen yang menganggapnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan.
Serta didalam Yohanes 14 : 26 tercatat :
�Tetapi Penolong, yakni Roh Kudus, yang bakal diutus oleh Ayah dalam namaku, Dialah yang bakal mengajarkan semua suatu hal padamu serta bakal mengingatkan anda bakal semuanya yang sudah kukatakan padamu. �
Serta dalam Yohanes 16 : 7-14 tercatat :
�Namun benar yang Kukatakan ini padamu : Yaitu lebih bermanfaat untuk anda, bila saya pergi. Sebab seandainya saya tak pergi, Penolong itu akan tidak datang padamu, namun seandainya saya pergi, saya bakal mengutus Dia padamu. Bila Ia datang, Ia bakal menyebutkan pada dunia makna sesungguhnya dari dosa, dari apa yang benar, serta dari hukuman Allah. �
Sebagian umat Kristen menyampaikan kalau sang penolong yaitu Roh Kudus. Namun ini tak benar lantaran Yesus berkata, �Jikalau saya tak pergi, penolong itu akan tidak datang. � Sedang Roh Kudus mengikuti Yesus serta murid-muridnya. Jadi Penolong itu tidaklah Roh Kudus.
Sedang umat Muslim yakini kalau Roh Kudus yaitu Malaikat Gabriel (Malaikat Jibril). Ruhul Qudus yaitu Roh Kudus. Ruh = Roh, Qudus=Kudus. Malaikat Jibril yaitu malaikat penyampai wahyu. Jadi wahyu yang baru atau Roh Kudus akan tidak datang, terkecuali bila Yesus sudah tidak ada. Jadi Yesus mesti pergi supaya penolong Muhammad SAW datang.
Rudolf Bultmann seseorang teolog Lutheran Jerman serta profesor Kesepakatan Baru di Kampus Marburg. Dia yaitu satu diantara tokoh paling utama studi Alkitab era ke-20 awal serta orator yang menonjol dalam kekristenan liberal.
Rudolf Bultmann dalam bukunya �Gospel of John : A Commentary� menulis :
�Paraclete (penolong) yaitu profil yang sama juga dengan Yesus. Serta hal semacam ini sendiri mengkonfirmasi rangkuman kalau bukti-buktinya pas untuk keduanya (baik untuk Yesus ataupun �penolong�), jadi dia tentu seperti Yesus. Serta begitu terang dari Yohanes 14 : 16, kalau bakal ada 2 paraclete, yakni Yesus serta orang sesudahnya. �
Penolong di sini tidak lain serta tidak bukanlah yaitu Nabi Muhammad saw yang sesuai sama namanya lantaran mempunyai akhlak yang terpuji seperti yang di maksud Injil serta Al Qur�an dalam bhs aslinya. Wallhu�alam.
Sumber : ardiyansyah. com
http://yesmuslim.blogspot.com/2016/11/fakta-nama-muhammad-benar-benar-ada.html
0 komentar:
Posting Komentar