Selasa, 15 November 2016

ASTAGFIRULLAH....JANGAN SALAH SANGKA DULU...TOLONG SHARE..!!! Tuntutlah Ilmu Hingga Ke Negeri Cina, Mau Belajar KUNGFU? Bagaimana Dengan Derajat Hadits Ini?

kitab-hadits-e1446511626752

Setiap orang pasti telah mengetahui perkataan ini.

??????????? ???????? ?????? ?? ????????

�Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.�

Inilah yang dianggap oleh sebagian orang sebagai hadits Nabi shallallahu �alaihi wa sallam. Namun perlu diingat bahwa setiap buah yang akan dipanen tidak semua bisa dimakan, ada yang sudah matang dan keadaannya baik, namun ada pula buah yang dalam keadaan busuk.

Begitu pula halnya dengan hadits. Tidak semua perkataan yang disebut hadits bisa kita katakan bahwa itu adalah perkataan Nabi shallallahu �alaihi wa sallam. Boleh jadi yang meriwayatkan hadits tersebut ada yang lemah hafalannya, sering keliru, bahkan mungkin sering berdusta sehingga membuat hadits tersebut tertolak atau tidak bisa digunakan.

Itulah yang akan kita kaji pada kesempatan kali ini yaitu meneliti keabsahan hadits di atas sebagaimana penjelasan para ulama pakar hadits. Penjelasan yang akan kami nukil pada posting kali ini adalah penjelasan dari ulama besar Saudi Arabia dan termasuk pakar hadits, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah. Beliau rahimahullah pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi. Semoga Allah memberi kemudahan dalam hal ini.

Penjelasan Derajat Hadits

Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini adalah hadits dho�if (lemah) dilihat dari banyak jalan.

hadits-dhaif-e1442194416386

hadits-dhaif-e1442194416386


Syaikh Isma�il bin Muhammad Al �Ajlawaniy rahimahullah telah membahas panjang lebar mengenai derajat hadits ini dalam kitabnya �Mengungkap kesamaran dan menghilangkan kerancuan terhadap hadits-hadits yang sudah terkenal dan dikatakan sebagai perkataan Nabi shallallahu �alaihi wa sallam� pada index huruf hamzah dan tho�. Dalam kitab beliau tersebut, beliau mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Khotib Al Baghdadi, Ibnu �Abdil Barr, Ad Dailamiy dan selainnya, dari Anas radhiyallahu �anhu. Lalu beliau menegaskan lemahnya (dho�ifnya) riwayat ini. Dinukil pula dari Ibnu Hibban �pemilik kitab Shohih-, beliau menyebutkan tentang batilnya hadits ini. Sebagaimana pula hal ini dinukil dari Ibnul Jauziy, beliau memasukkan hadits ini dalam Mawdhu�at (kumpulan hadits palsu).

Dinukil dari Al Mizziy bahwa hadits ini memiliki banyak jalan, sehingga bisa naik ke derajat hasan.

Adz Dzahabiy mengumpulkan riwayat hadits ini dari banyak jalan. Beliau mengatakan bahwa sebagian riwayat hadits ini ada yang lemah (wahiyah) dan sebagian lagi dinilai baik (sholih).


Dengan demikian semakin jelaslah bagi para penuntut ilmu mengenai status hadits ini. Mayoritas ulama menilai hadits ini sebagai hadits dho�if (lemah). Ibnu Hibban menilai hadits ini adalah hadits yang bathil. Sedangkan Ibnul Jauziy menilai bahwa hadits ini adalah hadits maudhu� (palsu).

Adapun perkataan Al Mizziy yang mengatakan bahwa hadits ini bisa diangkat hingga derajat hasan karena dilihat dari banyak jalan, pendapat ini tidaklah bagus (kurang tepat). Alasannya, karena banyak jalur dari hadits ini dipenuhi oleh orang-orang pendusta, yang dituduh dusta, suka memalsukan hadits dan semacamnya. Sehingga hadits ini tidak mungkin bisa terangkat sampai derajat hasan.

Mengenai Al Hafizh Adz Dzahabiy rahimahullah mengatakan kalau beberapa jalan dari hadits ini ada yang sholih (dinilai baik). Jadi kita terlebih dulu mencari jalur yang disebutkan sholih ini hingga terang status dari periwayat-periwayat dalam hadits ini. Tetapi dalam masalah sejenis ini, penilaian negatif pada hadits ini (jarh) lebih diprioritaskan dari pada penilaian positif (ta�dil) serta penilaian dho�if pada hadits lebih mesti diprioritaskan dari pada penilaian shohih hingga ada kejelasan shohihnya hadits ini dari segi sanadnya. Serta prasyarat hadits disebutkan shohih yaitu semuanya periwayat dalam hadits itu yaitu adil (baik agamanya), dhobith (kuat hafalannya), sanadnya bersambung, tak menyelisihi kisah yang lebih kuat, serta tak ada illah (cacat). Berikut kriteria yang diterangkan oleh beberapa ulama dalam kitab-kitab Mustholah Hadits (mengerti pengetahuan hadits).



Kalau Hadits Ini Shohih

Kalau hadits ini shohih, jadi ini tak tunjukkan kemuliaan negeri China serta tak tunjukkan kemuliaan orang-orang China. Lantaran arti dari �Tuntutlah pengetahuan walaupun hingga ke negeri China� �seandainya hadits ini shohih- yaitu hanya sebatas motivasi untuk menuntut pengetahuan agama meskipun begitu jauh tempatnya. Lantaran menuntut pengetahuan agama begitu mendesak sekali. Kebaikan didunia serta akhirat dapat didapat dengan mengilmui agama ini serta mengamalkannya.

Serta tak ditujukan sekalipun dalam hadits ini tentang keutamaan negeri China. Tetapi, lantaran negeri China yaitu negeri yang begitu jauh sekali dari negeri Arab hingga Nabi shallallahu �alaihi wa sallam memisalkan dengan negeri itu. Namun butuh diingat sekali lagi, ini bila hadits tadi yaitu hadits yang shohih. Keterangan ini kami rasa sangatlah terang serta gamblang untuk yang benar-benar merenungkannya.

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber : Majmu� Fatawa Ibnu Baz, 22/233-234, Asy Syamilah

Info :

Hadits shohih yaitu hadist yang penuhi prasyarat : semuanya periwayat dalam hadits itu yaitu adil (baik agamanya), dhobith (kuat hafalannya), sanadnya bersambung, tak menyelisihi kisah yang lebih kuat, serta tak ada illah (cacat).
Hadits hasan yaitu hadits yang penuhi prasyarat shohih diatas, tetapi ada kekurangan dari segi dhobith (kuatnya hafalan).
Hadits dho�if (lemah) yaitu hadits yg tidak penuhi prasyarat shohih seperti sanadnya terputus, menyelisihi kisah yang lebih kuat (lebih shohih) serta mempunyai illah (cacat).

Pangukan, Sleman, 13 Muharram 1430 H

Yang senantiasa menginginkan ampunan serta rahmat Rabbnya

***

Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
ASTAGFIRULLAH....JANGAN SALAH SANGKA DULU...TOLONG SHARE..!!! Tuntutlah Ilmu Hingga Ke Negeri Cina, Mau Belajar KUNGFU? Bagaimana Dengan Derajat Hadits Ini? Rating: 4.5 Diposkan Oleh:

0 komentar:

Posting Komentar

loading...

Popular Posts

Arsip Blog